Wednesday, May 23, 2007

I, finally, fucked him yesterday, in the 4th fl. VIP rest room. In the middle of Migration Meeting. Damn Shit!

Setelah membereskan pakaian kami, membuka pintu dan celingukan ke kanan ke kiri melihat apakah ada orang yang bisa memergoki kami, akhirnya aku melangkah keluar terlebih dahulu. Dan saat itulah ia bertanya, "Kenapa akhirnya kamu mau?"

Aku hanya menoleh, mengedikkan bahu seolah-olah ini bukanlah suatu hal yang penting dan menjawab, "Horny?"

Dia tertawa. Akupun melenggang ringan, menuju ke kamar mandi wanita. Masuk ke dalam salah satu bilik, dan menangis.

Apa yang kutangisi? Rasa bersalah? Pada siapa? Aku tidak punya siapa-siapa lagi untuk kujaga perasaannya. Untuk kuberikan kesetiaanku. Aku tidak punya siapa-siapa lagi.

Mungkin aku menangis karena akhirnya, ini menandai bahwa semuanya sudah benar-benar berakhir.

2 comments:

shofa said...

hay..
makasih yaa udah mampir :)

bebek said...

selalu aja suram dan memancing rasa...
*banyak rasaaaa..*
ceritanya singkat tapi daleeeem... andaikan sungguhan.... poor them... but... lucky them too..