Tuesday, January 15, 2008

Umur sudah hampir menginjak kepala tiga. Mulai lebih banyak pertanyaan tentang pernikahan saya terima.

Dari teman-teman yang sudah menikah, dan kemudian merasa bahwa mereka sudah terperangkap, tertipu oleh propaganda indahnya hidup berkomitmen hanya dengan satu orang. Makan sayur asem yang sama setiap hari. Tapi entah mengapa, mereka getol sekali memanas-manasi saya untuk segera menyusul, terjun ke perangkap yang sama. Memang, orang kalau lagi susah, pinginnya sama. Semakin banyak yang ikutan susah, kesusahan itu sendiri akan jadi lebih ringan.

Dari om-om yang sibuk memelihara gundik di setiap pelabuhan yang pernah mereka singgahi, di Seluruh Dunia. Juga dari tante-tante yang sibuk menangis tiap malam dan berusaha terlihat lebih cantik dari gundik-gundik suami mereka yang tersebar di setiap pelabuhan di Seluruh Dunia, di pagi harinya. Gimana sih tante, om.. mbok kalo mau nyuruh orang kawin tu kasihlah contoh yang bener dulu.

Entah kenapa, tapi sepertinya saya mulai menjadi seorang marriage-phobic. More than ever! Buat saya, perkawinan bukan project coba-coba. Kalo gagal sekali, ya coba lagi dan lagi dan lagi. Ah, jadi seperti artis saja. Saya ingin membuat perkawinan saya tetap low profile dan down to earth. Sekali untuk selamanya. Till death do us apart. Tapi sepertinya hal itu hampir tidak mungkin.

Beberapa hari belakangan mulai kembali merajin chating-chating ga penting dengan mantan partner incest. Salah satu orang yang paling berkesan, sekaligus paling ajaib buat saya. Beberapa kali membicarakan tentang lembaga yang seharusnya bonding for lifetime ini. Mungkin lebih tepatnya, saya berguru pada beliau. Bertukar pikiran membicarakan hal sepenting ini dengan cara paling nggak penting. Berbicara tentang apakah seharusnya menikah atas dasar cinta atau logika.

Dan akhirnya, saya sampai pada kesimpulan bahwa menikah, baik dengan dasar logika atau cinta adalah sama tololnya dengan mencoba menjilat titit sendiri. Mari kita bahas.

Pernikahan yang didasari Logika: Ketika logika bisa bicara itu menunjukkan bahwa hati tidak terlalu berperan di sini. Menikah hanya atas nama prokreasi. Beranak cucu dan bertambah banyak. Atau menikah atas nama "Menyenangkan-Hati-Orang-Tua". Tindakan mulia cenderung tolol yang mungkin akan dirasakan akibatnya nanti setelah usia ke 6 pernikahan. Atau menikah hanya karena, yah mau ngapain lagi? Kerja udah. Mapan udah.. ya njur terus nikah ajalah... Oh tidak, Pakcik. Menikah tidak semudah membalik kolor bapak. (Setidaknya menurut saya. Orang yang belum pernah menikah. Entah akan ataupun tidak.)
Nah, apa kelemahan dari menikah karena logika? Segala sesuatu dipatok dengan logika. Tidak ada perasaan disana. Tidak ada cinta. Jadi segala masalah harus diselesaikan dengan logika. Tapi bahkan logika manusiapun terbatas. Bila kemudian masalah yang tidak lagi bisa dipecahkan dengan logika muncul, lalu apa? Di sinilah diperlukannya Cinta. Cinta bisa menjadi kekuatan yang mendasari segala logika itu. Cinta akan tetap menjadi dasar yang kuat, walaupun logika sudah tidak bisa lagi berjalan. Belum lagi, kalau suatu saat, setelah 5 atau 6 tahun perkawinan, kejenuhan mulai muncul. Kebosanan mulai meraja-lela. Salah satu dari pasangan ini bertemu seseorang yang ternyata bisa memunculkan sparkling2 dan debar2 rasa cinta, lalu apa yang terjadi? Perselingkuhan. Logika, tidak logika, tetep aja sakit.

Pernikahan yang didasari Cinta, tanpa (atau sedikit sekali) Logika : Jelas, kemungkinan tersakiti lebih besar. Makan ati. Kecuali keduanya sama2 cinta, dengan kadar yang tidak jauh berbeda, dan sama2 menjunjung loyalitas. Tapi kalau tidak, makas siap2 bunuh diri, Jendral! Bukan hanya pernikahan dengan logika saja yang memungkinkan salah satu dari pasangan itu selingkuh. Cinta sih cinta... tapi kalau ada yang goyangannya lebih dasyat? Kenapa ditolak. Ingat! Kita hidup di alam nyata. Para oportunis masih berkeliaran di alam ini. Belum lagi, pernikahan karena cinta, tanpa (atau sedikit sekali) logika, itu berarti segala sesuatu di dasari oleh perasaan. Emosi lebih banyak bermain di sana. Idealisme lebih mendominasi. Dan itu berarti juga ada Ego dengan porsi yang sangat besar. Ntar ribut sedikit, bukannya dibicarakan malah kabur lagi? Bukan solusi yang tepat, saudara2. Apalagi, percayalah! Sparkle2 itu bisa hilang. Bahkan dalam waktu yang sangat singkat. Kecuali keduanya sama2 bisa menjaganya tetap stabil. Which is almost imposible.

Saya percaya, dalam sebuah hubungan, tidak ada perasaan saling mencintai yang berbanding sama. Pasti ada yang lebih besar dan lebih kecil. Lebih dalam, lebih cetek. Tapi semua itu bisa di kompromikan dengan takaran yang tepat. Sampai di titik mana tingkat toleransinya. Kalau semuanya masuk dalam titik toleransi masing2, ya ndak masalah. Jalani aja toh? Nah kalau tidak? Yang satu cinta mampus dan makan ati, sementara satunya lagi di atas angin asik2an mengumbar ego.

Pernikahan yang ideal (paling tidak menurut saya) : Adalah pernikahan dengan kombinasi logika dan cinta yang tepat. Cinta yang cukup untuk menjadi dasar kekuatan pribadi masing2 untuk saling menjaga, menghormati, dalam kaya maupun miskin, dalam sehat atau sakit, sampai maut memisahkan. Cinta yang cukup untuk membuat semua pihak saling setia. Juga harus ada logika. Sehingga segala kuputusan dibuat dengan kepala dingin. Tidak terlalu banyak emosi dan ego yang terlibat. Bukankah lebih enak kalau bisa berbicara dan berdikusi dengan pasangan daripada sekedar ribut dan marah2an? Nyapek2in. Pernikahan seperti ini adalah pernikahan yang ideal. Tapi ingat, Jendral! Kita bukan hidup di dunia dengan Idealisme sebagai penguasa. Kita hidup di dunia yang dicengkeram oleh cakar Realita! And reality bites like a stupid blonde bitch! Tidak banyak pasangan yang memiliki kemewahan seperti ini. Jadi kalau kamu salah satu pasangan yang memiliki pernikahan yang ideal seperti ini, bersyukurlah. Bersyukurlah dan doakan agar saya bisa mengikuti jejak kalian. Hahahaha... God does love Sarcasm!

Mungkin hampir tidak mungkin saya memiliki hubungan seperti ini. Mengingat history dari hubungan percintaan saya yang bahkan lebih semrawut dari sinetron Tersanjung yang sampai seri 12 itu! Boleh dibilang saya sudah menyerah mengejar idealisme pernikahan ini. Sudah tidak lagi membayangkan saya akan berjalan di altar mengenakan gaun putih dengan buket bunga Lily di tangan kiri dan tangan kanan saya menggamit lengan Ayah saya. Masa2 penuh mimpi itu sudah lewat, Kamerad! Sekarang saatnya terkurung dalam realita.

Akhirnya saya memutuskan, kalau saya tidak bisa mendapatkan pernikahan ideal seperti yang saya sebutkan di atas, maka lebih baik tidak menikah sama sekali!

Mungkin bahkan itu adalah keputusan paling logic yang bisa saya ambil. Hahahaha...

Monday, January 07, 2008

From: callmeeve@xxx.com
Sent: Monday, January 07, 2008 10:08 AM
To: bubba@yyy.com
Subject: news!

So… I finally kissed him!!!!

Rgrds
E

________________________________________

From: bubba@yyy.com
Sent: Monday, January 07, 2008 10:46 AM
To: callmeeve@xxx.com
Subject: Re: news!


did you? wow ! congratulations!!
I think it is deserved a celebration hohoho...

regards,
B

________________________________________

From: callmeeve@xxx.com
Sent: Monday, January 07, 2008 10:46 AM
To: bubba@yyy.com
Subject: RE: news!


Tapi gue ga bisa ngerasainnya, boo  Thanks to Hard Specialnya hardrock yang gue minum 2 gelas langsung hampir tumbang!!!! KAMPRET KAMPRET!!! Gue ga nyadar nyiumnya! Dan ga bener2 bisa ngerasain… pas bangun paginya gue malah mikir.. jangan2 semalem itu cuman ngimpi. Ga yakin bener2 kejadian. Trus gue nanya ama dia… “did I kiss you last nite?” dan dia bilang iya sambil senyam senyum tersipu2 gitu. Gue langsung blushing. Dan dalam hati mikir “ANJRIT ANJRIT KOK GUE GA BRASA APA2!!!???”

Bubba, knapa sih bukan dia yang nyium gue duluan? Yeah yeah I know that he doesn’t love me and all… maksud gue… kan gue udah obvious banget pengen di cium gitu, secara dia baca tulisan gue di blog gitu (dia ga pernah bahas ini sih, tapi biasanya dia selalu baca blog gue). Tapi dia ga juga make a move. Maybe because the don’t-love-me thing kali yah. I mean… gue juga pasti males nyium orang yang gue ga cinta.

Bok!!! Jangan2 dia jijik ciuman ama gue?!?!?!!??!? Oh my god! Its so depressing!
What a girl gotta do to get some kiss?!?!!?!? Fuck i'm so desperately pathetic!

Rgrds
E

________________________________________


From: bubba@yyy.com
Sent: Monday, January 07, 2008 11:07 AM
To: eve@xxx.com
Subject: RE: news!


mungkin dia sama segennya sama elo kalo bow. ciuman kan gak gampang. apalagi buat cowo. kalo ngeliat gelagatnya sih nek, kayaknya tu cowo udah jatuh cinta ama elo deh dari kapan tau. soalnya kalo engga, pasti udah pindah kelain hati... hehehe.
dont get me wrong bu, rata rata cowo itu bosenan. ama lo udah brapa lama sih? udah lama kan, koq ga ganti ganti? hayo.

nah, sekarang coba deh inget inget. kalo lo susah dia mau 'berkorban' buat nolong elo gak? kalo gak cinta sih boro boro dibantu, urus masing masing lah...

kalo emang bener demikian, waduh, berarti egonya besar sekali, sampe bisa bilang tidak cinta denganmuh.
itu adalah penipuan terhadap diri sendiri, melanggar KUHAP hehehe

YM lo kmana sih?

Rgds,
B

________________________________________

From: callmeeve@xxx.com
Sent: Monday, January 07, 2008 11:40 AM
To: bubba@yyy.com
Subject: RE: news!

Bok… bukannya ga ganti2. Ama gue sih udah 1 ½ taon. Tapi kan ada pere lain juga bow. Dia bener2 cuman ama gue tuh baru kira2 6 bulanan inilah. Ditinggalin ga mau. itulah gue bingung. Semua tanda2nya dia kayanya suka ama gue. Kemaren aja dia kan cuti tuh. Nah gue kan ngantor. Tiap pagi dia rela2 aja tuh bangun pagi2 buat nganter gue ngantor, trus pulang lagi. Trus malemnya jemput gue lagi. Dia mau2 aja terkurung di rumah kk gue barengan ama keluarga gue selama 3 hari berturut2 walopun agak sambil canggung2. Kalo ngomongin Bantu sih banyak dia berkorban untuk Bantu gue. Mungkin aja kan he's just returning my favor. Gue beberapa kali Bantu dia juga. Dia bilang ga cinta ama gue. Katanya perasaannya ga sampe situ. Katanya dia ga punya keinginan menggebu2 untuk terus2an ketemu gue. Dia bilang ga ada sparkling2nya ama gue. Ga seperti yang dia rasain ama mantannya dulu atau cewe yang dia suka pas dia juga udah sama gue. Sakit ga tuh dengernya? Tapi dia juga ga mo gue tinggalin. Dan gue yang mikir mau sampe kapan kaya gini terus. Duuuhhh pengen bunuh diri deh.

Mana YM ga bisa, browsing ga bisa. Cuman bisa email doang lagi. Ble’e banget dah! Padahal gue pengen posting blog. Pengen ngobrol2. getting out of my system. Halah halah… ga bersahabat banget dah koneksi gue.

Rgrds
E

________________________________________

From: bubba@yyy.com
Sent: Monday, January 07, 2008 2:40 PM
To: callmeeve@xxx.com
Subject: RE: news!

kalo bisa email bukannya bisa browsing sama YM? kan salurannya sama...

When he told you that you kissed him, dia blush juga ga? mungkin ada sparkle2 kecil gitu... hahaha ngarep.
Dia dont mind ga kalo lo pacaran lagi sama laki lain? coba aja bo, kalo dia marah2 ga jelas ya brarti tu orang emang cinta ama elo tapi gak mau ngaku, entah apapun alasannya.

Kalo di kasus gue nih ye.. ni cuman kasus loh, gak bisa digeneralisir. gue kawin kaga pake cinta cintaan. ga ada sparkle whatsoever. kenapa gue kawin, karena gue yakin bener gw ga bisa hidup tanpa bini gue. melenceng gak karuan kemana. ketergantungan total gitu... yang kedua gue ngerasa kalo ama bini itu comfortable, seperti gue comfortable ngobrol ama elu tapi dalam skala yg lebih gede, kalo cuma sparkle2 aja sih gue yakin akan pudar.

skarang kita liat, kalo lo nekat kawin juga kayak gue; resikonya adalah suatu saat laki lo bisa -- kemungkinan, bukan sesuatu yang pasti -- bisa jatuh cinta lagi sama cewe yang bikin dia sparkle. thats a rule that you must obey. seperti gravitasi bumi. kalo lo gak mau, lo harus cari lagi laki2 lain, ya resikonya adalah lo musti bener2 tinggalin laki2 ini. no matter what. pindah kota kek, ganti nama kek.
kalo ngga gitu, ya lo akan end up in his arms again. karena lo bedua udah comfort each other. butuh kerja keras untuk bisa keluar dari comfort zone seseorang bukan?

skarang kita liat lagi deadlinenya.. apa perlu sih lo ambil langkah ini? gue bilang sih ya perlu, tapi ngga sekarang hahaha... nanti aja umur 30. kenapa 30? soalnya udah kepala tiga bo.

saat saat kayak sekarang ini di posisi lo adalah dambaan kaum wanita yang udah pada beranak... coba bayangin, punya duit sendiri, double income pula. ke hardrock tinggal stater, mau mabok tinggal order, ml tinggal mlorotin celana, beres kan? so, seneng-seneng aja dulu. jangan bilang bosen buru buru, atau pingin settle down segera. that's something like... aduh gue pengen mati nih, cari tukang tulis warisan dimana ya? something yang, kalo lo di posisi gue, lo bakalan challenge habis habisan. beda ceritanya kalo umur lo udah 35, baru gue akan bilang... "c'mon lah eve, I think you have enough fun so far, settle down!"

gitchu...

Rgds,
B

________________________________________

From: callmeeve@xxx.com
Sent: Monday, January 07, 2008 3:08 PM
To: bubba@yyy.com
Subject: RE: news!

Kalo di kasus gue nih ye.. ni cuman kasus loh, gak bisa digeneralisir. gue kawin kaga pake cinta cintaan. ga ada sparkle whatsoever. kenapa gue kawin, karena gue yakin bener gw ga bisa hidup tanpa bini gue. melenceng gak karuan kemana. ketergantungan total gitu... yang kedua gue ngerasa kalo ama bini itu comfortable, seperti gue comfortable ngobrol ama elu tapi dalam skala yg lebih gede, kalo cuma sparkle2 aja sih gue yakin akan pudar. <--- Ini sama banget ama dia nih! Mungkin dia juga ngerasa kaya gitu! Dia juga bilang exactly like those things above. Tapi itu nggak cukup buat gue. Gue butuh orang yang cinta ama gue. Kalo memang dia ga cinta, then let me go. Someone else is gonna love me! Don’t waste my time as much as I don’t want to waste his.

skarang kita liat, kalo lo nekat kawin juga kayak gue; resikonya adalah suatu saat laki lo bisa -- kemungkinan, bukan sesuatu yang pasti -- bisa jatuh cinta lagi sama cewe yang bikin dia sparkle. thats a rule that you must obey. <--- Nggak mau menyerah dengan keadaan seperti ini. Atau lebih tepatnya, gue ga mau terperangkap dalam keadaan seperti itu! And to be honest, thats why gue mau ninggalin dia. FUCK Settling down! Gue ga mau sakit ati aja. Apalagi kalo saat itu udah terlambat untuk mundur ato puter balik!

so, seneng-seneng aja dulu. jangan bilang bosen buru buru, atau pingin settle down segera. <--- Setelah dipikir2, yes, fuck with those settling down bullshits! Bukan settling down yang gue pikirin. Toh gue ga minta dia kawinin gue buru2 kok. Gue cuman mau kejelasan. Mau rasa aman. Securitas. Ngerasa pasti. Gue cuman ga mau di sakitin lagi, bo. Gue ga mau ntar di tengah jalan dia bisa ama cewe lain lagi. Sumpah itu hal yang paling nyakitin buat gue. Gue sih masih mending ditampar ama laki gue deh. Soalnya gue bisa nonjok balik kalo maenan fisik. Dan kalo dia ngelukain gue secara fisik, ada bekas lukanya. Bisa gue duitin. Tapi kalo dia sampe ama cewe laen, gue ga mo liat! Gue ga mau masih ada di situ. Gue ga mau lagi berurusan ama dia.

In fact, kalo sekarang gue ngerasa ga secure ama dia. Gue ngerasa sedih. Gue ngerasa sakit. Gue ngerasa sangat aware, saat dia meluk gue padahal dia ga cinta sama gue (trust me that hurts! Much!) yang jadi kekuatan gue cuman… bahwa ini seharusnya ga lama lagi. Ini akan segera berakhir. Soon, gue ga akan lagi berurusan dengan dia, dengan segala insecurity ini, dengan segala kesakitan dan kebingungan ini. Soon.. gue akan ninggalin semua ini, and being alone, with my self.

Ah, now am babbling.

Dan itu menjawab ttg ini kan --> resikonya adalah lo musti bener2 tinggalin laki2 ini. no matter what. pindah kota kek, ganti nama kek. kalo ngga gitu, ya lo akan end up in his arms again. karena lo bedua udah comfort each other. butuh kerja keras untuk bisa keluar dari comfort zone seseorang bukan? <-- Sumpah gue akan coba sgala cara. Dan yes, gue bahkan udah mikirin untuk pindah kota, ganti no hp, pindah kerjaan dan bahkan GANTI NAMA!

Gue bahkan udah mikirin untuk pindah Negara, for god’s sake! Mungkin gue kurang kuat aja kali yah, bo? Menurut lo... Gue childish ga sih kalo kabur begitu aja dari dia tanpa ngasih pemberitahuan?


Rgrds
E

________________________________________


"This message is intended only for the ordinary use by the person to whom it is addressed and may contain information that is confidential and privileged under applicable laws, or otherwise protected by work product immunity or other legal rules. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any use, review or disclosure or copying or forwarding of this message and information it contains is prohibited. If you have received this message in error, please notify the sender by reply e-mail and then delete it from your system. Thank you."

____________________________________________________________________________
CONFIDENTIALITY NOTICE
This message (including any attachments) contains information that may be confidential. Unless you are the intended recipient (or authorized to receive for the intended recipient), you may not read, print, retain, use, copy, distribute or disclose to anyone the message or any information contained in the message. If you have received the message in error, please advise the sender by reply e-mail, and destroy all copies of the original message (including any attachments).

Wednesday, December 12, 2007

Ah... *exhale*

Seandainya aku lebih cantik...
Seandainya aku lebih putih...
Seandainya aku lebih langsing...
Seandainya tungkaiku lebih panjang...
Seandainya aku lebih sexy...
Seandainya rambut panjangku berwarna hitam tergerai indah...
Seandainya mataku lebih bersinar...
Seandainya pipiku tak setembem ini...

Mungkin hidup akan jauh lebih mudah.

Seandainya aku lebih lemah...
Pasti akan banyak pahlawan-pahlawan yang ingin menyelamatkanku.

Seandainya aku lebih dependen...
Mungkin aku akan jadi lebih menggemaskan.

Seandainya aku tidak sesinis ini dan lebih manis...
Mungkin akan ada orang yang mencintaiku.

Seandainya aku sangat pintar...
Mungkin akan ada orang yang mengingatku.

Seandainya aku sedikit lebih tolol...
Mungkin akan ada orang yang rela menyelamatkanku dari ketololanku sendiri.

Seandainya aku tidak setegar ini...
Mungkin tak akan ada orang yang merasa terintimidasi.

Seandainya aku punya sayap...
Aku akan terbang ke mars dan tak akan kembali.
Biarkan aku sendiri! Biarkan aku sendiri!
Lepaskan aku...
Biarkan aku pergi...
Aku tak mau berada di sini.
Aku tak mampu...

Aku...
Kesakitan.

Monday, December 10, 2007

"You're damn right. Kissing is not easy!" sebuah offline message muncul di chat window saya pagi ini. Seorang teman, kk, dan mantan partner incest, panggil saja Bubba. "Its easier to fuck than kiss" lanjutnya lagi.

Entah dengan kalian semua, tapi untuk saya, mencium seseorang memang jauh lebih sulit daripada hanya sekedar menidurinya. Menurut saya, ciuman itu adalah sesuatu yang lebih intim, lebih emosional, ada perasaan yang terlibat di dalamnya, dan bukan hanya sekedar nafsu. Beban mental untuk mencium seseorang. Ada ketakutan ditolak di situ. Seks? Saya tidak pernah takut ditolak. Tinggal pelorotkan celana, beri sedikit tehnik blow job, dan siapa yang mampu menolak? Tapi ciuman, selalu ada pikiran "gimana kalau dia nggak bales? Gimana kalo balesannya dingin2 aja? Gimana kalo dia tiba2 muntah?!" Teror, teror , teror. Teror yang cukup untuk mendatangkan team SWAT ke Kutub Utara.

Menurut saya, haruslah ada moment yang pas untuk mencium seseorang yang punya potensi sangat besar untuk menolak ciumanmu itu. "What?! You need a moment to kiss him, eve?!" tanya Bubba, tengil. Tentu saja sebelum dia meninggalkan offline msg itu pada saya. Hanya Tuhan yang tahu mengapa tiba-tiba ia merubah pikirannya. Dan saya, dengan jari gemetar, hanya bisa menjawab, "Yes, Bubba! A perfect moment and alcohol. Tons and Tons of alcohol!"

Tapi ternyata, setelah di doping oleh beberapa puluh persen campuran alkohol di Blowfish weekend minggu lalu, Saya tetap tidak memiliki keberanian yang cukup untuk menciumnya. Saya bisa mencium keningnya, pipinya, matanya lalu ujung hidung bangirnya. Tapi hanya sampai di situ! Tidak berani melanjutkan lebih ke bawah. DAMN YOU STUPID BITCH! Tapi saya akan terlihat lebih tolol bila nekat menciumnya, yang kemudian di balas dengan telengan kepala pura-pura tidak menangkap maksud saya. Bunuh diri ditempat saja, Jendral! Baiklah... kembali ke Blowfish. Setelah mencekoki diri sendiri dengan alkohol, mulai menunggu moment yang tepat. Tapi bahkan setelah kami sama2 di ranjang, dia memeluk saya, membawa wajah saya begitu dekat dengan wajahnya, saya tetap tidak berani melakukannya! Kemana alkohol itu?! Akal sehat saya tetap tak terkalahkan oleh 40% gandum hangat! SETAN! Kembalikan 400 ribu saya!

Pada akhirnya saya menyerah. Saya sudah terlalu banyak mengalami penolakan. Satu lagi penolakan, maka saya akan meleleh seperti jelly di cuaca 100 derajat celcius. Seperti kain basah. Sekali lagi penolakan maka, BUNUH DIRI DITEMPAT SAJA, JENDRAL!

Not even a kiss goodbye?
God... patheticism...

Tuesday, November 27, 2007

Cinta adalah karpet yang di tarik dengan sangat cepat dari bawah kakimu.
Membuatmu sedikit melayang, perasaan berdebar-debar, adrenalin yang menyembur dengan kerasnya, sedikit pusing, penuh kejutan...
Sampai akhirnya kamu terhempas dengan cepat. Keras. Menghantam tanah, dengan tulang retak, otot terkilir, daging terkoyak dan usus terburai!

Itulah cinta...
Semenyakitkan itu!

Wednesday, November 21, 2007

The loved one said once, "You love the pain. You addicted to it!"
Ah, pain... dont want to live with it, cant live without it.
Pain is the one thing that keeps me alive.
Pain is the one thing that keeps me hangin.
Pain is me, my self.

Pain makes me stronger...

Now, let me die in pain, painless.

Monday, November 19, 2007

Aku menolehkan kepalaku ke arah kanan. Melihat ke luar jendela. Sepertinya turun hujan. Ah, derasnya. Entah sudah berapa lama jari-jariku berhenti mengetik. Entah berapa lama otakku tak berhenti bekerja. Bertanya-tanya mengapa hujan yang begitu derasnya tidak juga melarutkan apapun yang sedang kurasakan. Aku tidak mengenal rasa ini. Atau aku hanya tak mau tau? Tidak cukup berani untuk benar-benar menghadapinya. Yah, aku memang pengecut. Pengecut yang terkurung dalam kebodohannya sendiri. Terkungkung, dan hampir mati.

Orang berlalu lalang di sebelah kiriku. Meneriakkan kata-kata yang seharusnya kumengerti. Tetapi mengapa tak kumengerti? Ah, aku hanya tak mau mendengarkan. Maka kumainkan sebuah lagu. Di dalam kepalaku. Sekeras yang diijinkan oleh membran otakku. Lagu tentang sesuatu yang datang. Lagu tentang sesuatu yang pergi. Lagu tentang cinta, dan lagu tentang kehilangan cinta. Lagu tentang kesedihan, patah hati dan kematian.

Ah, Cinta,... Waktu kita tak lama lagi. Akan kita isi dengan apa sisa waktu ini? Begitu banyak yang sudah kita lewati. Begitu banyak yang tidak akan kita lewati. Bersama. Selamanya, selalu akan berakhir, Kasih. Sekeras apapun kita mencegahnya. "Till death do us apart" tidak hanya untuk mereka yang menjalani legalisasi dari apapun yang sedang kita jalani sekarang. Hanya mungkin saat ini bukan kematianlah jurang pemisah kita. Hanya keinginan yang berbeda. Aku hanya ingin seseorang yang menganggap ini lebih dari sebuah kebiasaan. lebih dari sekedar sebuah rutinitas. Dan kau? Apa yang kau inginkan, Sayang? Rasanya aku tak pernah bertanya itu padamu. Jadi, katakanlah. Apa yang kau inginkan? Aku tak pernah tau. Yang aku tahu, hanyalah apa yang tak kau inginkan. Aku.

Waktu kita tak banyak, Dear. Jadi mari kita nikmati. Mari kita lewati dengan sebanyak mungkin hal yang ingin kita lewati. Sebanyak yang diijinkan sang waktu.

Perpisahan tak pernah indah. Tapi kita adalah orang-orang hebat, Sayang. Mari kita buat perbedaan. Perpisahan yang indah. Sakit, tapi indah. Seperti terjun bebas dari puncak air terjun. Seperti terbang dari lantai 33 sebuah gedung. Seperti menembak kepalamu sendiri. Kita adalah seniman. Kita bisa membuat semuanya jadi indah.

Ah, terlalu banyak kata "Kita" untuk sesuatu yang tidak berarti "Kita" sama sekali. Kalau Kita berarti team solid yang diinginkan semua orang? Lalu mengapa tak pernah ada "Kita" tercipta? Pertanyaan... Pertanyaan... Pertanyaan...

Aku harus pulang, Manis. Aku ingin pulang. Pulang dan melanjutkan hidupku. Sama seperti kau harus melanjutkan hidupmu. Tanpaku. Tak pernah denganku.

Tak akan...

Monday, October 01, 2007

anaksd : so how's life?
anaksd : gua liat foto bubar jadi kangen

callmeeve : life's a bitch
anaksd : specifically kangen elu
callmeeve : seriously?
anaksd : *for some strange unknown reason, yes
callmeeve : well... next week udah bisa ketemu juga kok
callmeeve : :)
anaksd : uhmm
callmeeve : semoga tidak ada...errr... sesuatu yang menghalangi
callmeeve : seperti... pacar yang cemburu membabi buta
anaksd : gua gak ada rencana mudik loh
callmeeve : lho ?
callmeeve : kan gue ke sana
anaksd : owh ya ya
anaksd : great than

callmeeve : :D
callmeeve : syenangnya
anaksd : *siapin lilin-lilin & aroma-therapy ah
anaksd : *room cleaning

callmeeve : haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahahahahahahahahahahahaaaaaaaaaaaaaaaa
anaksd : *house cleaning
callmeeve : nonononooo, storm
anaksd : hahahahahah
callmeeve : ketemu di tempat netral saja
callmeeve : seperti misalnya...
callmeeve : kamar hotel
callmeeve : =))
anaksd : =))
anaksd : NETRAL bangettttt

callmeeve : lho
callmeeve : kamar hotel bapak gue
anaksd : anyway kamar gua udah 1/2 kantor koq
callmeeve : netral aboeesshh itu az
anaksd : kamar hotel bokap elu <- ini mah no-fly-zone, bukan neutral-zone
callmeeve : :D
anaksd : kamar pacar <- ini front-line
anaksd : darah jenderal, darah!!
anaksd : *kuran gkoma:
anaksd : darah, jenderal. Darah!!

callmeeve : bentuknya jadi ga jelas gitu kalimat
anaksd : huhauehueh
anaksd : iya eve

callmeeve : lagi ngajak ngomong jendral apa darah jendral?
anaksd : gosip-nya elu udah jadi anak bae baek
callmeeve : :)
callmeeve : sapa yang bergosip itu?
anaksd : "ketemu di tempat netral ajah" <- sort of confirm the gossip
callmeeve : gosip itu kan ketauan bener ato engga nya dari sapakah penggosipnya
callmeeve : yeahh well
callmeeve : :D
anaksd : soalnya all these time gua yang: "bagus sih kalo dia jadi anak baek baek, tapi tampak tidak mungkin. yakin lu?"
callmeeve : :))
anaksd : "ketemu di tempat netral aja, storm" <- you have no idea how this statement means to me
anaksd : :D

callmeeve : how?
anaksd : 1st it confrim the gossip
anaksd : 2nd wow
anaksd : 3rd hebattt
anaksd : 4th yakin?
anaksd : 5th curiga mo kawin ni anak dalam waktu dekat

callmeeve : 5th ini bukan ivy
anaksd : 6th mungkin aja sih
anaksd : 7th hmm hmm.. people does change
anaksd : 8th but somethign will never change

callmeeve : 6th *pasang tanda salib make jari 2 telunjuk* PERGI KAMU, SETAAANNNNN!!! PERGI KE ALAMMU SENDIRIIII!!!
anaksd : 9th jangan ngeremehin dong storm
anaksd : 10th hmm hmmm....
anaksd : ...
anaksd : hahahaha
anaksd : i dont know eve
anaksd : hahahaa hahahaha

callmeeve : 11. coba kita test storm...
callmeeve : hahahahaha
callmeeve : engga jadi anak baek2 lah
callmeeve : cuman mencoba lebih menghargai orang laen
callmeeve : tsaahhh
callmeeve : b-)
anaksd : hahaha akahkjhkahkjhkahekjahkh
anaksd : 11. <- try not think about this
anaksd : I try not to

callmeeve : please.... dont...
anaksd : and i m trying hard by the way
callmeeve : :D
anaksd : is not easy
anaksd : :))
anaksd : rumah gua masih sama
anaksd : tapi gua pindah kamar ke MASTER bed-room

callmeeve : ha?
callmeeve : aptm yang waktu itu?
anaksd : jadi laen kali lu ke rumah, harus pake latex biar cocok dengan tipe kamar-nya
callmeeve : wah pasti jadi lebih besaaarrr dan luaassss
anaksd : :))
callmeeve : :D
callmeeve : kalopun lo ga tahan storm...
callmeeve : gue pasti tahan kok
callmeeve : tenang aja
callmeeve : :)
anaksd : tsa~h
anaksd : is this some sort of challange?
anaksd : bole bole aja sih
anaksd : gua siapin kopi deh

callmeeve : haaaaaaaahahahahahah
callmeeve : kopi ama african fly?
callmeeve : nice try
callmeeve : hahahahaha
anaksd : ??
anaksd : hmm.. never heard of it

callmeeve : spanish fly?
callmeeve : :">
anaksd : i was referring to coffee + salt to keep you sober
callmeeve : and a bit horny?
callmeeve : :D
anaksd : harusnya sih opposite of horny
anaksd : u know.. u MIGHT need that
anaksd : i know i dont

callmeeve : haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahahahahahahahahahahahaha
anaksd : > : )
anaksd : anyway
anaksd : I will still clean up the room
anaksd : elu bisa jadi a VERY good excuse to clean up

callmeeve : ya
callmeeve : kadang2 buat bebersih memang perlu motifasi yang sangat kuat
anaksd : eh btw,
anaksd : akhir bulan oktober this insignificant little one-man company bakal mensponsori sebuah acara conferensi tingkat asia-pacific
anaksd : coba diperhatikan: men-SPONSOR-i
anaksd : hence, logo-nya bakal nangkring

callmeeve : heum... acara conferensi apa storm?
callmeeve : sepertinya menarik juga itu
callmeeve : wah keren juga
callmeeve : sinih gue kawinin!
callmeeve : :D
anaksd : :))
anaksd : seminggu eve.. seminggu
anaksd : sabar aja
anaksd : =))

callmeeve : hahahaha
callmeeve : nahhhh...
callmeeve : gue kuat!
callmeeve : in fact... tidak lagi bernabsuh pada orang lain
callmeeve : resikonya terlalu besar
callmeeve : btw, penasaran
callmeeve : sapa yang bilang gue udah jadi anak baik2 sih storm?
anaksd : hahaha haahahaha
anaksd : in fact... tidak lagi bernabsuh pada orang lain <<-- wow! kereen (tepuk tangan)
anaksd : *terutama setelah terakhir kita chat kamu bilang 'bete ama cowok gua'

callmeeve : bukan cowok gue, remember?
callmeeve : and btw, bete bukan alesan buat berbuat ama orang laen kan?
callmeeve : :)
anaksd : uhm jelas bukan
anaksd : tapi... mindset nya itu loh eve
anaksd : heueheuhe
anaksd : what happen to your life? something big must have happened

callmeeve : :)
callmeeve : bagus bukan?
callmeeve : :D
anaksd : buat gua sih bagus
anaksd : cuman ya~... WHY? atau WHAT HAPPENED?

callmeeve : ceritanya terlalu membosankan buat elo lahh
callmeeve : hahahaha
anaksd : your story? never
anaksd : *not so far

callmeeve : gue cuman ga mau jadi orang jahat
callmeeve : ga mo nyakitin orang laen lagi
callmeeve : karma itu pait, jendral!
anaksd : ic
anaksd : me too sih (dari dulu)
anaksd : makanya gua mah hanya 'maen' kalo sama sama pengertian, no hard-feeling, dan well... agree with all term & condition
anaksd : [ ] I agree to the term and condition
anaksd : [ continue ]

callmeeve : eniwe... spertinya ga lama lagi juga pisah dari lelaki ini kok
callmeeve : sepertinya
callmeeve : jalan ditempat itu capek and doesnt take me anywhere gitu
anaksd : hmm
anaksd : so I'll be expecting the old eve soon enough?

callmeeve : ga juga
callmeeve : hopefully nop
callmeeve : jadi anak baik2 mungkin lebih enak
callmeeve : ga disumpahin ama orang sejagat
anaksd : hmmm
anaksd : tapi seriously eve... apart from whatever sexual relation we had
anaksd : i miss you

callmeeve : berusaha jadi orang baik aja masih aja ada kejadian2 ga enak
callmeeve : pa lagi jadi orang jahat kaya gue dulu
callmeeve : :)
callmeeve : i miss you too, storm
callmeeve : honestly
callmeeve : ngobrol... hehehe asik aja
anaksd : cara berpikir elu yang cenderung pseudo-random dan nyablak bebas itu berguna banget buat gua
anaksd : terutama untuk men-trigger neuron neuron di bagian sebelah kanan otak gua

callmeeve : berguna untukkk/....???
callmeeve : haaaaaaaahahahahaha
callmeeve : padahal gue orang yang sangat kiri gitu?'
callmeeve : eh kmaren gue test denk
callmeeve : ternyata gue balance menggunakan otak kiri dan kanan
anaksd : hmmm
anaksd : well... honestly (sorry) i dont give a damn
anaksd : gua kan egois, jadi gua cuma pikirin untuk diri gua sendiri
anaksd : asal orang lain tidak terluka, sukur sukur kalo berguna, mari

callmeeve : yah hampir semua orang gitu kan
anaksd : :)
anaksd : ya.. tapi most ppl hide it behind their 'image'

callmeeve : gue udah jadi ivy yang membosankan storm
anaksd : tuh kan!!!!
callmeeve : udah tua kali ya gue
callmeeve : haheuaheuaheuae
anaksd : this is what i miss from you
callmeeve : ha?
callmeeve : which one?
callmeeve : :-o
anaksd : this excact kind of 'omongan gak penting'
callmeeve : :D
anaksd : gak penting tapi berbobot
callmeeve : omongan kita selalu ga pernah penting... tapi sebenernya penting juga
anaksd : plus point-nya adalah elu cewek
callmeeve : and why is that?
anaksd : well... again, apart from ANY sexual thing whatsoever... its just different
anaksd : dan nemuin cewek yg bisa 'jujur' atau minimal 'pura pura jujur' itu agak susah

callmeeve : pura2 jujur bukannya = boong juga?
callmeeve : beda yah?
anaksd : hahahahaha
anaksd : beda banget

callmeeve : di?
anaksd : 'berusaha jujur' dengan 'nutup nutupin diri' itu beda
anaksd : *kali deh
anaksd : seolah ini adalah dialog penting
anaksd : pokoknya lu ngerti dah
anaksd : ...

callmeeve : ga ngerti sih
anaksd : i mean.. jarang jarang gua kasih compliment
callmeeve : yang gue tau cuman ada 3
anaksd : blak blakan pula
callmeeve : jujur, bohong, nggak menjawab
callmeeve : pura2 jujur itu masuk di yang mana?
anaksd : hmmm
anaksd : good point

callmeeve : hahahahaha
callmeeve : jadiiiiii?
callmeeve : duwh my bos is breathing down my neck... untung orangnya baek
callmeeve : bentar brb

Wednesday, September 26, 2007

"Mau" dan "Bisa". Tipis, tapi tetap saja berbeda.

Kadang-kadang orang tercampur baur menggunakan kedua kata di atas tanpa benar-benar memikirkan artinya. Seperti kemarin ketika saya meminta tolong pada seorang teman. Saya bertanya, "Emm..mmm... eh, mau bantuin gue nggak?" Dan dia menjawab dengan pertanyaan lagi. Seperti yang biasa dilakukan semua orang "Tolong apa? Yah kalau memang gue bisa nolong..." dia membiarkan kalimatnya menggantung.

Jawaban seperti itu, bukan jawaban yang saya harapkan ketika saya minta tolong pada seseorang. Seperti, entahlah, tidak begitu berniat membantu. Dan kenapa saya bilang begitu? Karena, perhatikan pertanyaan saya, "Mau bantuin gue nggak?"! Saya menggunakan kata "Mau". Bukan kata "Bisa". Yang berarti, mungkin bahkan sebelum minta tolong, saya sudah memperhitungkan apakah teman saya ini bisa membantu saya atau tidak. Atau bahkan lebih mungkin lagi, saya sudah memperhitungkan bahwa teman saya inilah yang paling bisa membantu saya diantara teman saya yang lain. Yeah, nggak tau juga sih. Tapi mungkin itu sebuah jawaban dalam sebuah jawaban. Maksud? Jadi, kalau ternyata teman saya itu tidak mau membantu, dia bisa saja bilang "Wah sorry, gue nggak bisa." Nah kan mati kutu. Hahaha..

Kata orang tua, "Kalau ada kemauan, pasti ada jalan." Artinya mungkin sama seperti, "Asal mau, pasti bisa." Nah kalau soal tolong menolong ini, jawaban seperti diatas hanya menunjukan kalau teman saya itu, mungkin tidak mau benar2 berusaha, bersusah-susah menolong saya.

Untuk saya, bukan result yang terpenting. Maksud? Kalaupun misalnya teman saya itu mencoba menolong saya, tapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan, saya tetap akan menghargainya. Karena untuk saya yang terpenting adalah, dia... ada di sana saat saya sedang membutuhkan. Mencoba untuk membantu dengan segala keterbatasannya. MAU membantu dengan segala ke-tidak-BISA-annya. Memang, meminta bantuan seseorang, saya pastilah berharap pemecahan yang spektakuler atas segala permasalahan apapun yang sedang saya alami itu. Tapi terkadang, keberadaan seseorang di sebelah kamu, di saat kamu kesusahan, itu saja sudah merupakan pertolongan terbesar yang bisa kamu dapatkan.

Jadi kadang kamu nggak perlu BISA membantu seseorang. Yang penting adalah, MAU... atau tidak. Karena kalau kamu MAU, maka kamu akan mencoba sekuat tenaga, segala cara untuk membantu. Tapi kalau kamu sekedar BISA, tapi NGGAK MAU? Won't bring you anywhere... :)

Now i'm being such a wise ass. Hahaha... sudah terlalu lama tidak update blog ini. Bahkan sudah terlalu lama tidak menulis dimanapun. Maafkan bila tulisan saya acak adut. Ini seperti naik sepeda. Saya harus mulai belajar lagi untuk menyeimbangkan di sini dan sana. :)

Tapi memang bener, "MAU" dan "BISA", memang sangat tipis, tapi tetap saja berbeda.

Jadi kamu "MAU"? Atau "BISA"?

Monday, August 06, 2007

Siapa yang menyangka kalau akhirnya saya akan menyanyikan lagu ini juga.
Hhhgghhh.... (exhaling)

Mix the chemicals right dear,
Mix the chemicals right,
Yeah the margin of error is slight.
Mix the chemicals right dear
Mix the chemicals right,
Yeah you know that you could,
Save my life.

There,
Is a risk,
There's a risk when your dealing with love.
You could snap my neck.
Any speed you drive,
Can be dangerous.

Mix the chemicals right dear,
Mix the chemicals right,
Yeah you know there's a fine line between.
Mix the chemicals right dear
Mix the chemicals right,
Cause I know what betrayal can mean.

When this frame fails me,
Will I trust you to carry me through?
I know there's no such thing,
As safety,
But I know what a promise can do.
Will I trust you,
Will I trust you to carry me through?
I will trust you,
'Cause I know what a promise can do....